Chromebook membantu menyesuaikan pengalaman belajar siswa

Chromebook berfungsi dan dapat digunakan dalam sepuluh detik. Baterainya juga tahan sampai waktu sekolah usai.

Rogier de Wit, Ketua Tim ICT, CSG Jan Arentsz

Tantangan

Sekolah ini sudah menggunakan lingkungan pembelajaran elektronik dengan laptop, desktop, dan lab komputer. Namun kebutuhan pendidikan yang terus berubah meningkatkan permintaan untuk materi pembelajaran digital yang disesuaikan, baik di dalam maupun di luar kelas. "Kami menghabiskan banyak waktu untuk merencanakan dan mencari cara menawarkan praktik pembelajaran individu, di mana setiap siswa memiliki komputernya sendiri," ucap Kees Koopman, Koordinator Pendidikan dan ICT. "Kami kurang cocok dengan metode 'bawa perangkatmu sendiri', karena mustahil menyelesaikan proses belajar mengajar jika semua orang menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak berbeda."

Solusi

Jadi, sekolah kami menggunakan strategi alternatif: bawa Chromebook-mu sendiri. Perangkat yang ringan ini dimulai dengan amat cepat, sehingga kami bisa meminimalkan waktu belajar yang terbuang percuma. Kami sukses menguji coba Chromebook di dua kelas pada tahun akademik sebelumnya. Guru dan siswa merespons dengan antusias. Setelah serangkaian lokakarya dan presentasi, secara perlahan tak ada lagi staf yang bertanya-tanya kenapa mereka memerlukan Chromebook. Mereka akhirnya bisa menyesuaikan diri dengan cara baru menggunakannya.